Hasrat Seksual Wanita Bergantung pada Situasi dan Kondisi

SHUTTERSTOCK


KOMPAS.com – Waktu bercinta bagi pasangan suami istri, idealnya memang dijadwalkan. Namun, jika ingin seru, disarankan untuk sering bercinta dengan suami secara impulsif. Sayangnya, terkadang keinginan tidak sejalan dengan kenyataan. Sebab, tidak sedikit pasangan yang enggan menaati “kesepakatan” jadwal bercinta. Realitanya, banyak pasangan, terutama pihak istri yang memiliki 1001 alasan untuk menolak keinginan bercinta.
Sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Neuroscience, melaporkan bahwa perempuan cenderung menolak keinginan suaminya untuk bercinta ketika mereka sedang sakit kepala. Saat nyeri di kepala menyerang, perempuan lebih memilih langsung tidur dibandingkan “bergerilya” dengan suami.
Temuan ini akhirnya menjelaskan alasan mengapa perempuan kehilangan libido saat mengalami migrain. Namun hal sebaliknya terjadi pada pria, saat sedang sakit kepala, hasrat bercinta pria justru semakin menggebu-gebu!
Hasil penelitian secara lebih luas mengemukakan fakta mengenai menurunnya hasrat seksual wanita saat sedang tidak enak badan. Tak hanya sebatas itu saja, wanita bisa kehilangan percaya diri secara drastis, bahkan mereka enggan untuk sekadar menghabiskan waktu di samping suami. Namun, kondisi serupa tidak terjadi pada pria. Kaum adam selalu memiliki ekstra energi untuk bercinta, meskipun stamina Mr P sedang tidak fit, mereka tetap memiliki gairah dan hasrat seksual.
Peneliti Kanada, Jeffery Mogil mengatakan, hasrat seksual wanita tergantung pada situasi dan kondisi, terutama yang berkaitan dengan stamina fisik mereka. Selain itu, juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti kepercayaan diri dan juga hasrat seksual pasangan.

Sumber :

Penulis :
Christina Andhika Setyanti
Editor :
Syafrina Syaaf