Fakta Baru Tentang Seks

Fakta Baru Tentang Seks FeminaFakta Baru Tentang Seks Coba cek fakta terbaru tentang seks bersama dr. Ryan Thamrin dari Klinik Kamasutra dan dr. Dwiana Ocviyanti Sp.OG. Siapa tahu ada solusi untuk problem Anda. 
dr. Ryan: 
Orgasme atau klimaks merupakan salah satu dari fase  seksual, saat seseorang merasakan kepuasan dalam berhubungan seks. Pencapaian klimaks pada pria dan wanita memang terlihat berbeda. Wanita disebut-sebut lebih jarang mencapai klimaks. Namun, masalah siapa yang lebih menikmati seks, sangat tergantung dari kedua pihak. Kembali lagi, apakah pasangan bisa memberikan foreplay yang tepat dan cukup? Apakah si wanita merasa relaks saat akan memulai kontak seksual dengan pasangannya? Tentunya, jika semuanya tercapai, bisa dipastikan seseorang akan lebih menikmati seks.  
dr. Ocvy:
Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Pavia di Italia menemukan bahwa wanita yang sering mengalami migrain akan mengalami penurunan hasrat seksual. Menurut dr. Ocvy, meskipun belum pasti,  kemungkinan ini bisa saja terjadi. Migrain atau sakit kepala berhubungan dengan fase konstruksi di mana terjadi pengerutan pembuluh darah di bagian kepala sehingga aliran darah berkurang dan menimbulkan rasa sakit. Sedangkan hasrat seksual berhubungan dengan aktivitas pembuluh darah yang membesar. Selain itu, rasa sakit akibat migrain akan memengaruhi kondisi psikologis. Wanita akan terpacu hasratnya jika secara psikologis ia merasa nyaman dan tidak stres. 
dr. Ocvy:
Pria yang tidak dapat melihat alat kelaminnya sendiri akibat perut menonjol (beer belly) cenderung lebih mudah mengalami masalah seksual. Nyatanya, obesitas tak hanya memengaruhi kesehatan, tapi juga kehidupan seksual seorang pria. Ketika berat tubuh berlebih, maka yang terjadi adalah jumlah otot lebih sedikit daripada jumlah tumpukan lemak. Padahal, dalam pembentukan hormon testosteron, otot itu sangat dibutuhkan. Makin sedikit jumlah otot, maka produksi testosteron pun akan ikut berkurang. Dampaknya, penurunan kualitas dan hasrat seksual, serta tidak mampu mencapai atau mempertahankan ereksi. Selain masalah obesitas, penurunan kualitas testosteron ini juga bisa disebabkan oleh usia, obat-obatan, dan nikotin.  
dr. Ocvy:
Berbeda dengan pria, obat perangsang hasrat seksual justru tidak berpengaruh bagi wanita. Hasrat seksual wanita lebih mudah timbul jika didukung kondisi yang menyenangkan dan membuatnya merasa tenang. Hasrat seksual wanita pun dapat dipicu hanya lewat sentuhan lembut di daerah-daerah sensitifnya. Tak heran jika, foreplay dianggap ‘obat perangsang’ yang mujarab bagi para wanita.  
dr. Ocvy:
Jika selama ini kita lebih mengenal senam kegel untuk wanita, nyatanya pria juga dapat melakukannya. Menurut dr. Ocvy, senam kegel pada wanita bertujuan untuk memperkuat otot di seputar vagina. Pada dasarnya, apa pun bentuk olah tubuh yang dilakukan, selama bertujuan untuk meningkatkan jumlah otot, tentunya punya dampak positif bagi kesehatan seksual seseorang, terutama pria. Karena, untuk meningkatkan jumlah testosteron, pria membutuhkan otot yang lebih banyak sebagai pemicu timbulnya hormon pembentuk testosteron.